Nabi Yusuf

-Daiyan Dzikri Divardhika-

elrizkyNet, 28 November 2013:  Suatu hari yusuf dan bunyamin diceritakan ayahnya sesuatu. Saudaranya mengintip, dia pikir ayahnya pilih kasih.

Saat malam dia merencanakan cara untuk menyingkirkan yusuf. Lalu ada satu saudara yang bilang “kita buang saja yusuf ke sumur tua’’. Mereka setuju.

Keesokan harinya saudaranya meminta izin untuk mengajak yusuf menuju ke bukit dan ayahnya mengizinkanya. Saat sampai di sumur yusuf bertanya kepada saudaranya, “ mengapa kita menuju ke sumur?” Saudaranya menjawab, “kau akan tahu nanti.” Lalu mereka berhenti dan menarik baju yusuf lalu melemparnya ke sumur. Yusuf pun meminta tolong, namun saudaranya itu hanya mentertawai yusuf. Lalu saudaranya membunuh domba untuk menjadikan bukti bahwa yusuf dimakan hewan buas.

Ayahnya hanya menunggu jawaban dari allah. Dia menangis setiap hari sampai akhirnya dia buta.

Suatu saat Yusuf terangkat oleh khafilah, lalu dijual dijadikan budak. Yang membeli Yusuf adalah Qitfirul Aziz.  Kemudian Yusuf dipenjara, karena difitnah oleh istri dari Qitfirul Aziz, Siti Zulaikha. Di dalam penjara Allah menjadikan Yusuf sebagai nabi Allah.

Di dalam penjara, Yusuf mentakwilkan mimpi teman satu selnya. Yusuf pun mentakwilkan mimpi Raja Mesir, dan sebagai balasannya Yusuf dikeluarkan dari penjara dan dijadikan bendahara kerajaan.

Saat kaum kam’an mengalami kemarau,  ayahnya meminta saudara yusuf menuju ke istana umtuk meminta gandum. Yusuf mengenali saudaranya, tapi saudaranya tidak mengenali Yusuf. Kemudian Yusuf meminta saudaranya agar kembali lagi dengan membawa Bunyamin.

Saat mereka membawa Bunyamin ke istana, Nabi Yusuf memberitahu Bunyamin bahwa dia adalah saudaranya yang dulu hilang, serta meminta Bunyamin untuk tinggal di istana. Lalu menyuruh saudaranya yang lain untuk kembali kepada ayahnya tanpa Bunyamin, sambil menitipkan baju untuk ayahnya.

Saat baju itu diterima oleh ayahnya, maka kemudian ayahnya mengenali bahwa itu adalah baju Yusuf. Kemudian atas izin Allah, Yakub dapat melihat kembali. Saudara-saudara Yusuf pun kemudian meminta ampun atas kesalahan mereka dan ayahnya memaafkan mereka.

Selanjutnya mereka semua hidup bersama kembali di lingkungan pembesar Mesir.

-daiyan dzikri divardhika, pelajar kelas 4 SD Al Azhar Pusat Jakarta

Sebelumnya elrizky.net

Hello world!